Kamis, 08 Mei 2014

Hati-Hati, Emosi Labil Bisa Ganggu Fungsi Organ Tubuh--T-REC semarang--komunitas reptil semarang

...SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............



PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS


........................




Hati-Hati, Emosi Labil Bisa Ganggu Fungsi Organ Tubuh

Hati-Hati, Emosi Labil Bisa Ganggu Fungsi Organ Tubuh



DuniaFitnes.com – 
Siapa sih yang ingin jatuh sakit hanya gara-gara emosi, stres atau sedih berkepanjangan? Kita yakin semua tidak ingin mengalaminya. Dan jika Anda tahu caranya, rasa sedih dan stres bisa dikelola menjadi sesuatu yang menyehatkan.
Dalam dunia pengobatan holistik , rasa cemas, takut, atau marah dapat mempengaruhi bagian tubuh tertentu. Ini merupakan respon tubuh terhadap hal-hal yang Anda pikirkan, rasakan dan lakukan. Tentu Anda pernah mendengar sebuah studi yang menunjukkan hubungan antara stres dengan kesehatan jantung seseorang. Ini artinya bahwa emosi manusia memiliki koneksi langsung terhadap organ tubuh manusia.

5 Emosi Dasar Manusia

Secara umum manusia dikaruniai 5 emosi dasar yaitu; marah, sedih, takut, bimbang, dan gembira. Masing-masing bentuk emosi ini tentu ada fungsinya. Misalnya saat Anda sedang bergembira, kondisi ini dapat meningkatkan produksi neurotransmitter yang berbeda.
Neurotransmitter tersebut dapat berupa gaba, serotonin, endorfin, dan dopamin yang dapat meningkatkan mood baik sekaligus menekan kortisol (hormon stres).
Bila tidak dikelola dengan baik, emosi-emosi yang timbul sebagai respon terhadap rangsangan luar tubuh bisa mengakibatkan stres. Stres memicu kelenjar adrenal memproduksi kortisol dan adrenalin. Dalam dosis yang kecil, kortisol dapat meningkatkan kewaspadaan dan daya juang seseorang.
Namun produksi kortisol yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan peradangan pada tubuh. Peradangan inilah yang dipercaya menjadi faktor penyebab terjadinya kanker, gangguan jantung, dan Alzheimer.
Dunia kedokteran Barat juga mengakui keterkaitan emosi dengan kesehatan organ tubuh. Mereka yang pernah mengalami kekerasan saat masih kanak-kanak, ternyata rentan mengalami gangguan panggul dan menstruasi.
Ahli biokimia sekaligus pengarang buku Moleculs of Emotion, Dr Candace Pert dari School of Medicine menganggap hal ini sebagai hasil mekanisme berantai dari biokimia emosi terhadap organ tubuh. Dari uraian di atas sudah dapat dibayangkan betapa merananya organ tubuh bila Anda tidak buru-buru mengelola emosi dengan benar.
Lantas risiko penyakit apa yang bisa terjadi jika tidak seseorang tidak mampu mengelola emosi dengan baik?

Gangguan Ginjal

Rasa takut dan panik yang terjadi terus-menerus dapat mengganggu kinerja ginjal dan energi ginjal. Masalah kesehatan yang muncul meliputi neurosis dan ketidakseimbangan daya tahan tubuh.
Mereka yang sering panik juga rentan terserang asma, bronchitis, atau aczema. Gangguan pada ginjal juga dapat mempengaruhi hormon pada kandungan dan pencernaan.

Sakit Liver

Marah dan dendam dapat menyebabkan kondisi organ hati (liver) menjadi panas. Akibatnya terjadi defisiensi energi liver yang berujung pada pembengkakan hati. Sirkulasi darah menjadi terhambat sehingga rentan mengalami hipertensi, sesak napas, sakit dada dan insomnia.
Tak heran mereka yang kerap dikuasai kemarahan lebih berisiko terkena stroke. Bagian lain yang terkena dampaknya adalah kepala, seperti sering sakit kepala, vertigo dan sakit pada area bahu. Kondisi ini juga bisa dirasakan organ mata yang mulai terasa berat, lelah, kering, mudah teriritasi dan mengalami penurunan ketajaman.

Gangguan Pencernaan

Bersamaan dengan kecemasan dan kebimbangan, seseorang biasanya mengalami ketidakseimbangan energi limpa. Kondisi ini kemudian dapat mengakibatkan mual, perut kembung, asam lambung meningkat, konstiapsi hingga diare.
Gangguan juga bisa terjadi pada sistem hormonal dan sirkulasi darah. Nyeri atau pegal-pegal di pundak dan punggung kiri sering muncul, begitu pula dengan nyeri sendi. Tidak jarang pula penderita kecemasan sering mengalami sesak napas dan dada terasa berat.

Gangguan Paru-paru

Emosi dan kesedihan terpendam atau pengalaman menyedihkan di masa lampau bisa mempengaruhi organ paru. Organ memiliki tugas vital karena bertugas mendorong terjadinya sirkulasi oksigen ke seluruh tubuh. Gangguan pada organ ini dapat berdampak pada gangguan sirkulasi oksigen dalam darah. Bila kondisi paru-paru melemah maka kondisi kesehatan orang yang bersangkutan akan mengalami penurunan dan mudah terkena gangguan pernapasan, seperti asma, ISPA, flu dan sinusitis.
Jika Anda sudah mengetahui bahwa emosi dapat berdampak langsung pada kesehatan organ tubuh, mulai sekarang sebaiknya Anda belajar untuk mengendalikan emosi agar Anda memiliki organ yang lebih sehat untuk waktu yang lama. (dan)




 

Sabtu, 03 Mei 2014

Beberapa Cara Mengejutkan Mengurangi Kerutan Wajah--T-REC semarang--komunitas reptil semarang

...SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............



PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS


........................




Beberapa Cara Mengejutkan Mengurangi Kerutan Wajah




Beberapa Cara Mengejutkan Mengurangi Kerutan Wajah



KlikDokter – 
Oleh: dr. Dewi Ema Anindia
Klikdokter.com – Minum air putih yang cukup, tidur yang cukup, jaga nutrisi dan memulai pola makan yang lebih sehat; sudah umum sekali kita dengar menjadi tips kecantikan dalam mengurangi kerutan di kulit wajah. Kini tahukah Anda, ada beberapa tips mengurangi kerutan wajah lainnya yang sering luput dari perhatian kita, padahal secara tidak sadar kita sering melakukannya.
Apa saja? Simak beberapa trik mengejutkan berikut ini:
Tidur Terlentang
Tidur malam dengan beberapa posisi tertentu dapat memicu timbulnya kerutan pada wajah, seperti tidur dengan posisi ke samping  yang dapat memicu timbulnya kerutan pada pipi dan dagu. Tidur dengan posisi tengkurap dapat menimbulkan kerutan pada daerah alis mata.
  •  
Konsumsi Ikan Lebih Banyak
Ikan salmon (seperti jenis ikan lainnya) merupakan sumber protein yang tinggi, dimana protein ini sangat baik untuk kulit.  Selain sebagai sumber omega-3, asam lemak yang ada juga dapat membantu memberi nutrisi ke kulit sehingga membuat kulit tampak muda.
  •  
Kurangi Mengernyit
Mengernyit (mengerutkan alis mata) dapat meningkatkan kerja dari otot wajah sehingga dapat membentuk lekukan dibawah kulit wajah. Lekukan ini lama kelamaan dapat menjadi kerutan wajah. Salah satu caranya adalah dengan membuka mata lebar-lebar. Bila membutuhkan kacamata maka gunakanlah kacamata agar dapat menghindari mengernyit.
  •  
Alpha-hydroxy Acids (AHA)
Asam alami ini dapat menghilangkan lapisan kulit mati yang paling atas, mengurangi pori-pori, garis wajah serta kerutan wajah terutama pada bagian mata. Bentuk AHA yang lebih kuat dapat membantu produksi kolagen. Namun menggunakan AHA terbukti dapat membuat kulit wajah lebih sensitif terutama terhadap matahari oleh karena itu bila menggunakan AHA harap gunakan tabir surya setiap harinya.
  •  
Vitamin C
Sebuah studi menemukan bahwa krim yang mengandung vitamin C dapat membantu produksi kolagen, melindungi terhadap kerusakan dari UVA dan UVB, mengurangi bintik hitam dan warna kulit tidak merata serta mengurangi kemerahan pada wajah. Jenis vitamin C dengan nama L-ascorbic acid merupakan jenis vitamin C yang paling tepat untuk kerutan wajah.
  •  
Melatih perawatan kulit dasar
Dengan cara :
- Hindari matahari
- Gunakan tabir surya
- Gunakan baju pelindung
- Hindari merokok
- Gunakan pelembab
Bagaimana dengan Anda? Apakah sudah pernah mencoba? Coba lakukan saran dari kami untuk mengurangi kerutan wajah dan tunggu hasilnya!
Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan Anda di fitur Tanya Dokter Klikdokter.com di laman utama website kami.[](EA)

 

 

Apakah Kacamata Minus Harus Terus Dipakai?--T-REc semarang--komunitas reptil semarang

...SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............



PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS


........................




Apakah Kacamata Minus Harus Terus Dipakai?



Apakah Kacamata Minus Harus Terus Dipakai?



Oleh MeetDoctor.com | Yahoo SHE – 
Tanya:
Selamat sore Dokter. Saya memiliki pertanyaan mengenai mata saya. Kondisi mata saya minus dan sudah memakai kacamata, namun saya hanya memakainya jika saya membutuhkannya. Di rumah, saya jarang memakainya. Pertanyaan saya adalah: Apakah sebaiknya kacamata dipakai terus? Apakah pengaruhnya jika saya hanya sesekali memakai kacamata saya? Berapa bulan sekali sebaiknya saya mengganti kacamata saya? Terima kasih, Dok.

Jawab:
Selamat siang Izza.

Kebiasaan Anda memakai kacamata hanya saat dibutuhkan merupakan kebiasaan yang boleh saja dilakukan, bahkan terdapat beberapa ahli yang menganjurkan tindakan tersebut.

Untuk kondisi minus mata sendiri, hal ini tidak akan bertambah dengan tidak memakai kacamata. Pertambahan minus diakibatkan oleh kebiasaan buruk yang merusak penglihatan yang tetap dilakukan meski sudah berkacamata. Kebiasaan buruk tersebut antara lain membaca, menonton, atau bermain video game dalam jarak yang terlalu sekat dengan mata dan dalam waktu lama tanpa istirahat.

Dalam ukuran normal, penderita minus memang dapat mengalami pertambahan 0,25 – 1,00 per tahun. Hal ini terus terjadi hingga minus tidak lagi bertambah bahkan akan berkurang begitu usia mencapai angka 35 hingga 40 tahun dan digantikan oleh mata plus (rabun dekat) akibat proses penuaan. Untuk mengganti kacamata, cek terlebih dahulu pertambahan minus pada mata. Normalnya, mata dapat mentoleransi perbedaan visus (tajam penglihatan) pada mata dan kacamata hingga 0,5 dioptri. Jika selisihnya sudah melebihi 0,5 dioptri, maka kacamata perlu diganti. Semoga dapat membantu, terima kasih.

dr. Janfrional, yang berpraktek di Citralife Chiropractic Clinic Jakarta
Sumber: www.meetdoctor.com