Kamis, 27 Februari 2014

Wah, Ibu Hamil yang Pakai Ponsel Akibatkan anak Hiperaktif---T-REC semarang-komunitas reptil semarang

.....SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............



PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS


........................




Wah, Ibu Hamil yang Pakai Ponsel Akibatkan anak Hiperaktif






Wah, Ibu Hamil yang Pakai Ponsel Akibatkan anak Hiperaktif




Republika – Jum, 16 Mar 2012 20:15 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON – Calon ibu yang terlalu sering memakai telepon seluler saat hamil bisa mengakibatkan anaknya lahir membawa sifat hiperaktif. Peneliti meyakini radiasi dari telepon genggam dapat merusak perkembangan otak bayi di dalam kandungan.

Profesor Hugh Taylor dari Universitas Yale mengungkapkan radiasi telepon genggam dapat membuat si jabang bayi memiliki memori yang rendah, rasa cemas, dan perilaku buruk.
The Sun melaporkan, Jumat (16/3), kesimpulan tersebut didapat setelah para peneliti melakukan percobaan pada tikus yang tengah mengandung. Bayi tikus yang lahir mengalami masalah memori dan kegelisahan setelah lahir. Hal serupa tidak terjadi pada anak tikus yang ibunya tidak mendapatkan radiasi ponsel.

"Kami telah melihat ada masalah perilaku yang menyerupai ADHD terhadap anak tikus yang mendapat paparan radiasi ponsel saat masih berada di rahim," kata Taylor.

ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan gangguan perkembangan dalam aktivitas motorik anak. Penyakit ini membuat perilaku anak cenderung berlebihan.
Hal ini merupakan bukti eksperimental yang pertama. Selain berpengaruh pada si jabang bayi, paparan radiasi juga mempengaruhi orang dewasa. Namun, Profesor Eric Taylor dari King's College London mengatakan ponsel tidak bisa disalahkan atas peningkatan kadar ADHD dalam anak.








 

Maag Akut---T-REC semarang-komunitas reptil semarang

.....SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............



PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS


........................



Maag Akut



Maag Akut



Oleh MeetDoctor.com | Yahoo SHE –

Tanya:
Selamat malam, Dokter. Ibu saya menderita maag akut yang dulunya didiagnosis oleh dokter merupakan penyebab obat dokter yang terlalu keras. Sejak saat itu, maag ibu saya semakin parah dan sering muntah mengeluarkan lendir cokelat kehitaman dan kemerahan meski bukan darah. Ibu saya sudah berobat ke banyak dokter alternatif namun belum juga sembuh. Bagaimana cara mengobatinya, Dok? Mohon solusinya, terima kasih.

-Rachmasari

Jawab:
Dear Rachmasari,

Besar kemungkinan maag yang diderita oleh ibu Anda sudah berat. Hal ini tidak bisa diabaikan dan perlu dibawa ke dokter dan ditangani oleh dokter penyakit dalam atau internis.

Pada kondisi maag yang berat, diperlukan pemeriksaan endoskopi atau gastroskopi (teropong lambung). Jika ditemukan luka lambung, prosedur selanjutnya yang perlu dilalui adalah pengikatan luka.

Untuk mendapatkan perawatan pengikatan luka, bawa ibu Anda memeriksakan diri ke dokter penyakit dalam.

Semoga membantu,
-dr. Janfrional




 

Yuk, Kenali Lebih Jauh Apa yang Dimaksud dengan 'Turun Berok'--T-REC semarang-komunitas reptil semarang

.....SILAHKAN MENGGUNAKAN " MESIN TRANSLATE "..GOOGLE TRANSLATE 
DISAMPING KANAN INI.............



PLEASE USE ........ "TRANSLATE MACHINE" .. GOOGLE TRANSLATE BESIDE RIGHT THIS


........................



Yuk, Kenali Lebih Jauh Apa yang Dimaksud dengan 'Turun Berok'


 Yuk, Kenali Lebih Jauh Apa yang Dimaksud dengan 'Turun Berok'



Bintang Online – 

SUATU ketika di lini masa Twitter, seorang penyanyi memasang status berisikan keluhan.
Dia bilang, menyanyikan lagu-lagunya Mbak Beyonce itu susah. Susunan nadanya tinggi, liar, dan sarat teriakan. Dalam konteks bercanda, menyanyi ala Mbak Beyonce yang cenderung meneriak lirik bisa bikin "turun berok".

Tentu saja, si penyanyi tidak serius. Tapi kami jadi berpikir, apa itu “turun berok”?
Sejumlah artikel kesehatan di dunia maya menyamakan "turun berok" dengan hernia pada pria. Yakni, keluarnya organ usus dari tempat seharusnya. Usus melorot lewat lubang locus minoris. Jika ada tekanan besar, usus bisa "brojol" melalui lubang itu. Kami mengonfirmasi arti "turun berok" kepada dr. Eva Roria Silalahi, SpO(K) dari Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.

4 Tingkat "Turun Berok"
Bahasa medis "turun berok" ialah prolapsus uteri. "Rahim yang bergeser (turun) dari posisinya ke bawah melalui liang vagina. Rahim yang seharusnya berada di rongga perut bagian bawah, menurun ke bawah bahkan bisa sampai tampak di luar liang vagina. Pada prolapsus ringan umumnya tidak ada gejala, namun pada kasus yang berlanjut terdapat beberapa keluhan. Gejala khas prolapsus uteri yakni keluar jaringan dari liang vagina, nyeri di perut bagian bawah, dan sering buang air kecil. Prolapsus uteri memiliki empat grade (tingkat keparahan) dengan perawatan berbeda," Eva menerangkan.
Empat grade yang dimaksud sebagai berikut:

1. Prolapsus uteri tingkat I. Serviks uteri menurun,  dalam liang vagina sampai setinggi 1 cm di atas introitus vagina  (lubang vagina/himen).
2. Prolapsus uteri tingkat II. Serviks uteri turun sampai > 1 cm dari introitus vagina
3. Prolapsus uteri tingkat III. Serviks uteri menonjol keluar dari  > 1  cm di atas introitus vagina
4. Prolapsus uteri tingkat IV. Seluruh uterus telah keluar dari vagina. Fenomena ini sering disebut procidentia uteri dan menuntut tindakan medis berupa operasi.
  
"(Maaf) itu, kan lubang untuk bersenggama. Artinya, jika mau melakukan hubungan suami istri, rahim harus dimasukkan dulu. Tindakan medis memasukkan rahim ke posisinya semula relatif mudah. Tapi jika ibu melakukan banyak aktivitas, tekanan dari tubuh bagian atas membuat rahim melorot kembali," imbuhnya. Ketika penderita prolapsus uteri berdiri, sebagian rahimnya akan turun
Ini akan memicu rasa sakit oleh karena ada tekanan dari rahim yang turun dan menekan ke arah kandung kemih khususnya lubang kemih atau uretra dan memicu infeksi saluran kemih. Selain itu juga serviks yang turun akan bergesekan dengan pakaian dalam mengakibatkan jaringan tertekan, nekrosis (sel rusak dan membusuk), lecet, terluka, dan mudah terinfeksi. Ini biasanya terjadi pada prolapsus uteri tingkat III dan IV. Kalau sudah begini, yang dirasakan si ibu bukan hanya sensasi nyeri, tapi juga susah buang air kecil. Untuk berdiri dan berjalan pun akan terasa sangat sakit.

"Pada kasus grade III-IV , dokter akan menempuh operasi histerektomi vaginal (pengangkatan rahim dari vagina-red.). Karenanya jika Anda merasa nyeri di perut bagian bawah, segera lakukan pemeriksaan ginekologi. Itu seperti pemeriksaan reguler. Bukan pemeriksaan yang njelimet dan mahal. Ingat, wanita hamil bisa mengalami turun berok. Tapi setelah hamil, bisa dipulihkan lagi dengan olahraga. Misalnya, senam kegel," Eva menukas.
  
Kenali Faktor Pemicunya
Rahim terkait erat dengan persalinan dan keturunan. Awam lalu mengasosiasikan "turun berok" dengan tingkat kesuburan. Muncul opini, ibu hamil yang mengalami "turun berok", tidak bisa punya keturunan lagi. Benarkah? "Prolapsus uteri enggak berhubungan langsung dengan tingkat kesuburan. Hanya letak rahimnya yang bergeser. Kalau grade ringan, pasien tidak disarankan operasi selama tidak mengganggu," ulas Konsultan Fetomaternal Rumah Sakit Fatmawati Jakarta itu
Penyebab  prolapsus uteri, melemahnya otot-otot dasar panggul, ligamentum, dan fascia yang menyokong rahim.

Selain itu, Eva menyebut setidaknya empat faktor pemicu prolapsus uteri, yakni:
1. Beberapa kali melahirkan, sehingga jaringan penopang rahim (ligamentum) tidak sekuat dulu.
2. Seiring dengan bertambahnya umur, beberapa organ tubuh mengalami perlemahan fungsi, tidak semaksimal dulu termasuk ligamentum.
3. "Mengangkat beban berat. Tenaga yang dikeluarkan untuk mengangkat beban membuat perut mengembang, menekan organ bagian bawah. Jaringan penopang rahim berkurang elastisitasnya karena sering mendapat tekanan. Sama seperti karet. Kalau terus dimainkan dan direntangkan, lama-lama tingkat elastisitasnya berkurang," begitu Eva mengumpamakan.
4. Batuk yang terlalu lama, tak kunjung sembuh. Ketika batuk, terjadi tekanan di otot perut bagian bawah. Itu bisa berdampak pada performa otot-otot perut bagian bawah.
5. Mengejan kuat pada waktu melahirkan atau  buang air besar oleh karena konstipasi (sembelit).
Turun berok hanya terjadi pada perempuan. Karena hanya mereka yang dianugerahi rahim. Kasusnya tidak bisa disamakan dengan penyakit hernia pada laki-laki. Rahim adalah organ yang diikat dan ditopang jaringan. Kalau jaringan penopang melemah, posisi rahim akan bergeser. Agar ini tidak terjadi, Anda disarankan ikut senam kegel agar otot jaringan mampu menjaga posisi rahim. Selain itu, hindari rokok, mengonsumsi makanan sehat kaya serat, serta menghindari mengangkat beban berat.

"Mayoritas wanita mengalami turun berok pada usia 55 tahun. Berbarengan dengan menopause. Dari pengalaman saya, turun berok jarang dialami oleh wanita di usia 50 tahun ke bawah kecuali kasus turun berok pada masa kehamilan. Itu terjadi karena fluktuasi hormonal dan kelemahan sifat pada jaringan ligamentum. Pasien yang mengalami persalinan susah bisa saja ligamentum-ligamentum-nya mengalami perlemahan. Dalam keadaan begini, sedikit tekanan intraabdominal bisa memicu penurunan uterus. Ini patut kita indahkan," Eva mengakhiri perbincangan.


(wyn/ade)